Kamis, 11 Agustus 2016

Pembuatan Puding Semangka

Di Desa Lapa Daya, banyak ditemukan buah semangka. Dari sinilah kelompok kami mempunyai inovasi untuk mengembangkan buah semangka  menjadi sebuah produk yang mempunyai nilai jual tinggi. Hal ini menjadi program kerja kami dalam melaksanakan KKN di desa Lapa Daya.
Pembuatan Puding Semangka
Program kerja ini dilaksanakan pada tanggal 30 Juli 2016 bertempat di balai desa Lapa Daya pukul 10.00 WIB. di ikuti oleh ibu-ibu PKK.



 Puding semangka terbuat dari buah semangka. Saat kita melaksanakan program kerja pembuatan pudding semangka ibu-ibu PKK sangat antusias, bahkan ibu – ibu berebut pudding semangka ketika pudding semangka sudah jadi dan mereka juga tertarik untuk mencoba membuat.

Praktik pembuatan pudding semangka di jelaskan oleh Yuli Sara dari kelompok  KKN 67 UTM.

Teknik Pemasaran, Pengenalan Brand, dan Pemasaran Produk

Selain berbagai macam olahan produk yang di tawarkan, tentunya harus ada pengemasan produk dan pemasaran mengenai produk tersebut. Untuk itulah pada tanggal 30 Juli 2016 di Balai Desa Lapa Daya di adakan pelatihan mengenai pengemasan dan pemasaran.

 
Materi mengenai pengemasan di sampaikan oleh Lely dan Beti Noverika dari kelompok 67 KKN Universitas Trunojoyo Madura.
Disini di beritahukan bahwa pengemasan produk harus steril dan bersih supaya produk awet dan tahan lama. pengenalan brand "LADA" atau Lapa Daya Dungkek Sumenep adalah brand dari produk - produk kelompok 67 yang ada di Desa Lapa Daya.
Sehingga dari adanya suatu "Brand", produk - produk Desa Lapa Daya bisa mudah di kenali oleh konsumen.

  

Sekaligus di jelaskan oleh Ika Kurnia Sandi, mengenai teknik - teknik pemasaran produk - produk mulai dari dasar hingga skala pabrik. Sehingga harapan dari terlaksananya acara ini adalah warga Desa Lapa Daya bisa mengetahui teknik pengemasan, pembuatan brand, dan pemasaran agar warga bisa mengembangkan usahanya lebih luas.
 
 


Pembuatan Jamu Instan dari Cabai Jamu



Cabai Jawa (cabe jamu) atau nama latinnya Piper retroractum merupakan sejenis tanaman cabe – cabean jenis rempah. Tanaman ini tumbuh merambat dan mempunyai banyak khasiat sehingga di jadikan campuran jamu oleh masyarakat. Di Desa Lapa Daya, tepatnya di Dusun Ares Tengah banyak di jumpai tanaman tersebut. Oleh masyarakat sekitar, biasa di jual langsung kepada pengepul.
Sehingga kami mempunyai gagasan untuk mengelola cabe jamu di Desa Lapa Daya menjadi sebuah produk yaitu Jamu Instan. Program kerja ini dilaksanakan pada hari sabtu, 24 Juli 2016 di rumah Bapak Asy’ari selaku Sekretaris Kepala Desa Lapa Daya.




Jamu instan ini di buat dari campuran kunyit, asam jawa, gula dan cabe jamu yang telah di haluskan. Kemudian di panaskan dengan api kecil dan di aduk terus – menerus hingga menjadi bubuk. Lalu di tiriskan dan di saring hingga hasilnya berupa bubuk jamu instan yang siap digunakan.


Para peserta pelatihan ini adalah ibu – ibu PKK Desa Lapa Daya. Pemateri dalam acara ini di bawakan oleh Agus Setiawan dan Ika Kurnia Sandi dari kelompok 67 KKN Universitas Trunojoyo Madura. Para peserta sangat antusias karena pelatihan ini belum pernah di adakan sebelumnya, banyak dari peserta mencoba jamu instan ini dan ada yang berminat membawanya pulang karena tertarik dengan khasiatnya yaitu bermanfaatuntukmengatasi rasa lemah (neurasthenia), masukangin, pencernaanterganggu, batuk, ayan, demam, obatkuat, peredakeluhanperutdanmembersihkanrahimsehabismelahirkan.
Semogadariterlaksananya acara ini, para pesertadapatmenerapkannya di rumahataupunmembukausahajamuinstansehinggacabejamu yang biasanyahanya di jualkepengepulbisalebih di manfaatkandanbernilaitinggi.

Pembuatan Brownies dari Tepung Kelapa

Program kerja ini di laksanakan pada tanggal 23 Juli 2016 di rumah Pak Asy'ari selaku Sekretaris Kepala Desa Lapa Daya. Pelatihan ini di jelaskan oleh Ika Kurnia Sandi dan Irwan dari Kelompok 67 KKN Universitas Trunojoyo Madura.

  

 Pembuatan brownies ini di buat dari tepung kelapa yang kemudian di campur dengan coklat, tepung terigu, baking soda, telur, dll yang kemudian di kukus dan jadilah brownies kelapa. Para peserta pelatihan adalah ibu - ibu PKK Desa Lapa Daya. Ibu - ibu sangat antusias karena penasaran dengan rasa dari brownies kelapa ini. dan hasilnya,.. hmm,.. banyak yang ketagihan.
Brownies kelapa ini sedikit berbeda dari brownies biasa, karena teksturnya sedikit renyah dan gurih akibat adanya tepung kelapa.
Selesainya acara ini turut memberi harapan bahwa ampas kelapa yang biasanya langsung di buang bisa di manfaatkan menjadi tepung. Serta tidak tertutup kemungkinan bahwa tepung kelapa bisa di buat kreasi yang lebih nikmat.


Pembuatan Sirup Melon

Program kerja ini dilaksanakan pada tanggal 30 Juli 2016 bertempat di balai desa Lapa Daya sekitar pukul 10.45 WIB. di ikuti oleh ibu-ibu PKK. Penanggungjawab tidak mempraktikkan langsung karena terbentur dengan waktu yang semakin siang. Jadi penagggungjawab hanya memberi contoh sirup yang sudah jadi dan penanggung jawab juga memberikan penjelasan mengenai cara membuat sirup dari buah melon.


Praktik pembuatan sirup melon di jelaskan oleh Rosa Safira Wagianty dari kelompok KKN 67 UTM.
Sirup melon di buat dari sari buah melon yang telah di saring dan di panaskan beserta gula, air dan pewarna melon.
Para peserta adalah ibu - ibu PKK dari Desa Lapa Daya. Cukup antusias karena sejauh ini melon hanya di jual ke pengepul.


Sehingga harapan dari terlaksananya acara ini adalah para ibu - ibu PKK  di Desa Lapa Daya bisa memanfaatkan buah melon untuk lebih bernilai ekonomis lagi.

Bimbingan Belajar (Bimbel)

Bimbingan belajar (BIMBEL) merupakan bimbingan untuk menambah atau memperdalam  pengetahuan. ketika anak-anak di desa lapa daya diberikan informasi akan diadakan bimbel mereka sangat senang. bimbingan belajar ini dimulai pada tanggal 20 juli 2016 bertempat di Balai Desa Lapa Daya Dungkek. antusias dari anak-anak lapa daya sangat bagus, mereka hadir tepat waktu dan bersemangat dalam belajar. keinginan mereka untuk belajar sangat besar. hal ini membuat para pengajar bimbel (peserta KKN kelompok 67) bersemangat dalam mengajar.  




Pantai Telbu'



Dusun Telbuk merupakan salah satu dusun di desa Lapa Daya, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep,  Madura. Sebagian warga dusun Telbuk mempunyai mata pencaharian nelayan dan petani. Jalan masuk menuju Dusun Telbuk cukup jauh dari jalan utama desa Lapa Daya, namun di balik semua itu tersimpan sebuah potensi yang cukup bagus.Ya, itulah pantai Telbuk. Mutiara yang tersembunyi di balik lebatnya pohon cemara laut.


Sepanjang pantai berpasir kuning keemasan di terpa ombak yang bersahut – sahutan, terlihat di seberang lautan Pulau Gili Iyang kokoh di tengah lautan.



Pesisir pantai banyak di jumpai buah kelapa yang terbawa arus samudera hingga berlabuh di pantai Telbuk. Suara gemerisik daun – daun pohon cemara laut menambah kesan nyaman di pantai. Ya, inilah pantai Telbuk. Pantai perawan yang belum terjamah tangan – tangan jahil perusak ekosistem laut. sejauh pandangan yang terlihat birunya cakrawala nan luas.

Rabu, 10 Agustus 2016

Sosialisasi PERMEN-KP No. 1 Tahun 2015 Tentang Penangkapan Lobster, Kepiting dan Rajungan

Seringkali nelayan di Dusun Telbu’, Desa Lapa Daya, Kecamatan Dungkek, Sumenep mendapatkan anakan lobster dengan berat 1,5 ons atau lebih. Namun kendala yang sering di alami para nelayan di dusun ini adalah bagaimana menyikapi hasil tangkapan berupa anakan lobster laut ini karena menurut Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 1 tahun 2015 tentang Penangkapan Lobster, Kepiting dan Rajungan menyebutkan bahwa siapapun yang menangkap dan memperjualbelikan anakan lobster dengan ukuran berat 1,5 ons maka akan di kenakan hukum pidana dan denda yang tidak sedikit.

Untuk itulah Sosialisasi PERMEN-KP No. 1 Tahun 2015 tentang Penangkapan Lobster, Kepiting dan Rajungan di adakan di Dusun Telbu’, Desa Lapa Daya, Kab. Sumenep. Acara ini di laksanakan di Rumah Kepala Dusun yaitu Bapak Muhdar pada tanggal 1 Agustus 2016 pukul 15.30 s.d. selesai.

Selain di adakannya sosialisasi agar para nelayan mengerti tentang peraturan menangkap lobster, Juga kami mengundang pemateri dari Prodi Ilmu Kelautan Universitas Trunojoyo Madura yaitu Dr. Apri Arisandi. S.Pi.,M.Si yang membawakan materi tentang Budidaya Pembesaran Lobster.



Sehingga harapan dari terlaksananya acara ini adalah para nelayan bisa lebih memanfaatkan anakan lobster yang tertangkap untuk di budidayakan dan ketika ukurannya sudah melebihi dengan yang di sarankan bisa di jual dengan nilai ekonomis tinggi.


Manisan Kulit Semangka

Semangka merupakan jenis buah berair yang  sebagian besar jenis daging buahnya bewarna merah. Buah ini sangat cocok di konsumsi di saat udara terasa sangat panas atau di siang hari yang cukup erik. Ini dikarenakan, hampir 90 persen kandungan semangka terdiri atas air. Buah ini mudah di dapatkan di pasar tradisional maupun di pasar yang lebih modern. Selain itu, buah semangka mempunyai banyak manfaat di antaranya yaitu sebagai memelihara kesehatan ginjal, pencegahan sariawan, mengurangi resiko hipertensi dan stroke, anti inflamasi dan antioksidan, otot nyeri, dan obat kuat yang alami.
Buah ini banyak juga di temukan di Desa Lapa Daya, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, Madura. Tepatnya di Dusun Telbuk, terdapat perkebunan semangka yang cukup luas. Setiap panen lebih dari 2 ton semangka merah di kirim ke berbagai kota. Biasanya daging semangka yang banyak di manfaatkan, sedangkan kulit semangka di buang begitu saja.
Sehingga kami mempunyai ide untuk memanfaatkan kulit semangka menjadi sebuah produk yang bernilai ekonomis tinggi yaitu manisan kulit semangka.
Program kerja ini di laksanakan di rumah Bapak Asy’ari selaku Sekretaris Kepala Desa Lapa Daya pada tanggal 23 Juli 2016 pukul 16.30 WIB.


Manisan kulit semangka di buat dari kulit semangka yang sudah di kupas kulit luarnya lalu di potong kotak dan di rendam dengan air endapan kapur selama semalam. kemudian rebus air, gula, pandan dan kayu manis menjadi satu. Tambahkan pewarna makanan untuk semakin menarik. Lalu masukkan potongan kulit semangka yang telah di rendam dan aduk terus hingga air gula mengental. Angkat dan tiriskan.Bisa di letakkan di lemari es untuk penyimpanan lebih lama.




Pelatihan ini di jelaskan oleh Ruri Susanti dan Riza Yunita Sari dari kelompok 67 KKN Universitas Trunojoyo Madura.Para peserta pelatihan yaitu ibu – ibu PKK Desa Lapa Daya.Para peserta sangat antusias karena pelatihan ini belum pernah di adakan sebelumnya dan cukup inovatif. Harapan dari terlaksananya acara ini adalah semoga para peserta bisa menerapkan dan menambah nilai jual dari kulit semangka menjadi produk yang inovatif.

Program Mengajar di SDN Lapa Daya

Pendidikan dapat digunakan sebagai tolak ukur seberapa maju desa tersebut,  karena jika suatu desa dikatakan maju maka sebagian besar dari warganya adalah warga yang berpendidikan. Namun, di Desa  Lapa Daya sebagian besar penduduknya mayoritas buta huruf dan juga sebagian besar dari mereka lebih memilih mendalami ilmu keagamaan di bandingkan ilmu umum. Akibat dari pemikiran masyarakat tersebut maka sekolah umum di lapa daya hanya ada satu sekolah yaitu SDN Lapa Daya . Namun semua hal tersebut tidak membatasi dan mematahkan semangat generasi penerus desa lapa daya, meskipun dengan gedung yang apa adanya dan tanpa seragam baru, tanpa sepatu baru di awal tahun ajaran baru ini mereka tetap tekun dan tak pernah mengeluh dengan keadaan yang mereka jalani ini.



Selasa, 09 Agustus 2016

Pembuatan Kerupuk Kelapa

Pembuatan Kerupuk Kelapa

Program kerja ini dilaksanakan pada tanggal 16 Juli 2016 bertempat di rumah bapak Sekretaris Kepala Desa Lapa Daya yaitu Bapak Asy’ari pada pukul 16.30 WIB.



Kerupuk kelapa dibuat dari daging kelapa tua yang telah diparut, tepung tapioka, air hangat  dan rempah – rempah (bawang putih, cabai merah, cabai rawit, ketumbar, jinten, daun jeruk, gula, garam, penyedap rasa). Semua bahan di campur menjadi adonan kerupuk yang siap di kukus. Setelah di kukus, kemudian di iris tipis dan di jemur di bawah sinar matahari.
Pelatihan pembuatan kerupuk kelapa ini di jelaskan oleh Mizaroh dan Beti Noverika dari kelompok 67 KKN Unijoyo. Peserta pelatihan adalah ibu – ibu PKK dari desa Lapa Daya, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, Madura.





Para peserta cukup antusias dalam mengikuti pelatihan ini. Karena ibu – ibu PKK Desa Lapa Daya mempunyai usaha membuat kerupuk puli yang biasa di kirim ke kota Sumenep. Harapan dari terlaksananya acara ini adalah supaya ibu – ibu PKK desa Lapa Daya bisa menerapkan dan dapat dijadikan sebagai usaha tambahan selain kerupuk puli. Sehingga daging kelapa tua yang biasanya hanya dibuat masakan dapat di jadikan produk baru yang lebih bernilai tinggi.

Pembuatan Nata de Coco

 Pembuatan Nata de Coco

Seperti yang kita ketahui, pohon kelapa merupakan pohon yang mempunyai banyak kegunaan baik dari batang, daun, dan buahnya. Batangnya biasa di pakai sebagai bahan bangunan ataupun kayu bakar, daunnya bisa dipakai sebagai penebah ataupun sebagai penyusun ketupat sedangkan buah kelapa terdiri dari air kelapa, daging kelapa, kulit kelapa dan batok kelapa. Dari buah kelapa, kita dapat memanfaatkannya secara lebih luas dan bernilai ekonomis tinggi.
Di Desa Lapa Daya, banyak ditemukan pohon kelapa. Dari sinilah kelompok kami mempunyai inovasi untuk mengembangkan buah kelapa mulai dari air kelapa, daging kelapa, kulit kelapa dan batok kelapa menjadi sebuah produk yang mempunyai nilai jual tinggi. Hal ini menjadi program kerja utama kami dalam melaksanakan KKN di desa Lapa Daya. Adapun program kerja kami sebagai berikut :
1.       Pembuatan Nata de Coco
Program kerja ini dilaksanakan pada tanggal 16 Juli 2016 bertempat di rumah bapak Sekretaris Kepala Desa Lapa Daya yaitu Bapak Asy’ari pada pukul 15.30 WIB.
 

Nata de Coco terbuat dari air kelapa yang di fermentasikan dengan bakteri yang disebut starter/ bibit nata de coco, urea,cuka dan air gula sesuai takaran. Lalu di diamkan selama 7 hari dengan penyimpanan suhu ruang. Selanjutnya nata de coco yang sudah jadi di potong kecil dan di rendam dengan air gula. 

Praktik pembuatan nata de coco di jelaskan oleh Krida Siswoko Dwi Ansani dan Riza Yunita Sari dari kelompok 67 KKN Unijoyo. Peserta pelatihan pembuatan nata de coco adalah ibu – ibu PKK dari desa Lapa Daya, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, Madura.


Para peserta sangat antusias karena pelatihan ini belum pernah di adakan di desa ini, sehingga harapan dari terlaksanakannnya acara ini adalah ibu – ibu PKK bisa mengambil ilmu dan menerapkannya agar air kelapa yang biasanya dibuang dapat menjadi lebih bermanfaat.

Pembuatan Kerajinan Tangan

        Program kerja ini dilaksanakan pada tanggal 30 Juli 2016 bertempat di Balai Desa Lapa Daya pada pukul 12.30 WIB.




kerajinan tangan berupa asbak dan gayung ini terbuat dari sisa – sisa batok kelapa yang telah di potong sebelumnya dan di bersihkan serabutnya terlebih dahulu kemudian di haluskan. Terakhir, di beri plitur supaya hasilna awet dan terlihat menarik.

Tata cara dan praktik kerajinan ini di lakukan oleh saudara Yusuf Abdullah dan Ika Kurnia Sandi dari kelompok KKN 67 UTM. Para peserta adalah ibu – ibu PKK Desa Lapa Daya.


Para peserta sangat antusias karena pelatihan ini belum pernah di adakan di desa ini, sehingga harapan dari terlaksanakannnya acara ini adalah ibu – ibu PKK bisa mengambil ilmu dan menerapkannya agar batok kelapa yang biasanya dibuang dapat menjadi lebih bermanfaat.

Sosialisasi Pola Hidup Bersih Dan Sehat

Sosialisasi Pola Hidup Bersih Dan Sehat

Semua orang tahu bahwa menjaga kesehatan sangatlah penting, namun tak semuanya tahu cara menjaga kesehatan dengan benar. Pengetahuan tentang kesehatan bisa di tanamkan sejak usia dini, termasuk pada usia sekolah dasar. Untuk itulah program kerja ini kami laksanakan yaitu Sosialisasi Pola Hidup Bersih dan Sehat. Program kerja ini dilaksanakan pada hari Jumat, 29 Agustus 2016 di SDN LAPA DAYA, Desa Lapa Daya pada pukul 07.30 WIB.


                Acara ini dimulai dengan senam bersama seluruh peserta didik SDN Lapa Daya dari kelas 1 hingga kelas 6 beserta peserta KKN Kelompok 67 UTM.


                Selanjutnya ada penyuluhan tentang cara menyikat gigi dengan benar yang di jelaskan oleh Emi Hidayah dari kelompok 67 KKN UTM. Tak lupa setelah mendengarkan penjelasan dari pemateri, ada praktik langsung ke lapangan.


Setelah peserta didik melakukan praktik cara menyikat gigi dengan benar, kini menginjak acara ke tiga yaitu Cara Cuci Tangan Pakai Sabun (CCTPS). Para peserta di ajarkan cara mencuci tangan dengan benar supaya tidak mudah terserang penyakit melalui makanan.



Harapan dari terlaksananya acara ini, pengetahuan tentang pola hidup bersih dan sehat melalui menjaga kesehatan gigi dan tangan ini bisa di terapkan sehari – hari oleh peserta didik bahkan hingga dewasa. Agar tidak mudah terserang penyakit dan selalu menjaga kesehatan.

About Lapa Daya

Lapa Daya

Kecamatan Dungkek merupakan salah satu kecamatan di kabupaten Sumenep, Madura. Terletak di sebelah timur kota Sumenep dan terdiri dari 1...